Menciptakan Waktu

eternal-clock

Tulisan ini terinspirasi dari Leo Babauta, penulis blog Zen Habits.

Setiap orang tentu punya cita-cita besar. Ada yang ingin menulis buku, ada yang mau membuat blog. Ada yang ingin memperbaiki karir, adapula yang berencana membangun bisnis baru.

Namun apa yang terjadi? Semuanya dibiarkan begitu saja.

Rencana tinggal rencana.

Kita bercita-cita, tapi tidak berusaha mewujudkannya. Kita berharap apa yang diinginkan terjadi, tapi tak pernah menyediakan waktu mengerjakannya.

Kita terus bermimpi semoga datang suatu hari di mana kita punya waktu luang yang begitu banyak sehingga bisa melakukan apa yang kita inginkan.

Percayalah sobat, waktu itu tidak akan datang. Kecuali Anda menciptakannya.

Ya, ciptakan waktu untuk melakukan sesuatu yang Anda anggap penting. Ciptakan waktu agar Anda bisa mengerjakan apa yang seharusnya Anda lakukan.

Ketika Anda mengeluh sangat sibuk, lelah, banyak pekerjaan, tidak punya waktu, dan segudang alasan lain, maka yakinlah Anda tidak sedang menuju jalan yang dicita-citakan.

Ketika pertama kali membuat blog ini, saya memiliki pekerjaan full time di perusahaan multinasional, memiliki empat orang anak kecil-kecil yang butuh perhatian, dan mengikuti organisasi yang membutuhkan peran saya. Sangat mudah mengatakan, saya sibuk. Saya tidak mungkin membuat blog dan mengisinya secara rutin.

Tapi saya berusaha menciptakan waktu.

Saya menulis halaman demi halaman sepulang kerja sehingga bisa menulis satu artikel setiap minggu. Hari demi hari berlalu dan sekarang saya sudah memiliki ratusan artikel. Saya menulis paragraf demi paragraf, mencicilnya setiap hari, ehingga dalam sebulan jadilah sebuah buku. Saya merekam video demi video, membuat presentasi, menyiapkan buku kerja, sehingga dalam tiga bulan lahirlah kursus online berbasis multimedia dengan 28 video lebih berdurasi 30-45 menit.

Dari mana saya punya waktu?

Sebagian saya ciptakan dari mematikan TV. Sebagian lagi saya dapatkan dengan mengurangi tidur dan bangun di tengah malam. Waktu yang berharga saya hemat dengan tidak sering-sering Facebook-an tanpa tujuan. Saya putus distraksi digital untuk membantu saya berkonsentrasi melakukan pekerjaan penting.

Saya manfaatkan waktu yang biasanya terbuang dalam perjalanan. Saya mendengarkan audio book di mobil ketika pulang pergi ke tempat kerja untuk menambah wawasan. Saya menyusun rencana dan mengumpulkan ide di atas pesawat. Saya menulis artikel di ruang tunggu bandara. Terkadang saya juga bisa menulis satu dua artikel di dalam taksi.

Saya menciptakan waktu untuk melakukan sesuatu yang penting dan bermanfaat untuk saya lakukan.

Dan saat ini, saya duduk santai sambil menulis artikel ini agar memberi inspirasi buat Anda.

Lantas, apa yang Anda lakukan sekarang? Sudahkah bersahabat dengan waktu? Atau Anda terus menerus mengeluh tidak punya waktu?

Orang besar tidak pernah kehabisan waktu. Mereka mengelolanya.

Waktu kita semua sama, punya 24 jam sehari, 7 hari seminggu.

Ciptakan waktu buat diri Anda. Kerjakan apa yang Anda cita-citakan. Lakukan apa yang Anda yakin memberi maslahat buat diri Anda dan orang banyak.

Ciptakan waktu.

Now or never.

Photo credit: Robbert van der Steeg using Creative Common License.

8 thoughts on “Menciptakan Waktu”

  1. Y. Subiyanto HS

    Waktu itu Tuhan. Maka jangan buang waktu.
    Makanan itu Tuhan. Maka jangan buang makanan.
    Tenaga itu Tuhan. Maka jangan buang tenaga.
    Karena bangsa kita ini dibilang kaya, maka banyak orang suka buang kekayaan untuk kesenangan diri yang tidak terpuaskan. Padahal sesungguhnya masyarakat kita masih banyak yang bodoh, walaupun dia banyak harta. Kasihan sudah bodoh (karena tidak mau belajar), miskin (karena walau kaya masih kumpul harta, melebihi orang miskin), jahat (karenadalam kehidupannya tidak pernah menolong sesama) lagi. Mau jadi apa itu orang yang hidupnya seperti itu.
    sadarlah hai manusia.

    1. Semoga kita tidak menjadi orang yang suka menyia-nyiakan waktu ya Pak. Juga tidak menyia-nyiakan berbagai hal yang telah dianugerahkan Tuhan.

  2. melakukan sesuatu bila didasari dengan niat dan disiplin akan berbuah.. saya salah satu yang suka menunda mengerjakan sesuatu. sehingga pada saat waktunya habis, saya akan terkaget-kaget dan didera perasaan menyesal, ‘mengapa terjadi’. Hari ini saya dan esok, saya akan bersahabat dengan waktu. Trims sharing-nya pak Noer

  3. Abdul Kadir

    Anda adalah orang yang sangat beruntung, karena mampu memanaj waktu dan bukan waktu yang memanaj anda. Saya terinspirasi dengan tulisan anda, karena selama ini saya punya banyak cita-cita besar tetapi selalu terhambat karena persoalan waktu.
    Terima kasih atas tulisannya. Tulisan bermutu berikutnya aku tunggu.

    Abdul Kadir

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *